INTRAKSI.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/8/2025), menyebabkan bencana tanah longsor yang menewaskan seseorang. Seorang lansia dengan inisial S (82) dilaporkan meninggal dunia setelah terbawa aliran air di Kampung Rawa Sedek RT 01 RW 04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung.
Bencana terjadi ketika korban bersama anaknya sedang berusaha meninggalkan rumah karena khawatir longsoran akan mengancam permukiman mereka. Tiba-tiba, tebing tanah di belakang rumah longsor dan menimpa mereka. Anak tersebut berhasil melarikan diri, sementara S jatuh ke saluran pembuangan yang menjadi deras akibat hujan lebat, lalu terbawa arus.
“Curah hujan tinggi menyebabkan struktur tanah di sekitar rumah korban menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi tanah longsor,” ujar Kapolsek Megamendung, AKP Yulita Heriyanti, saat diwawancarai. Ia menambahkan bahwa kawasan Megamendung memang dikenal rentan terhadap longsoran, khususnya pada musim hujan.
Menerima laporan dari masyarakat, Polsek Megamendung bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim SAR, Babinsa, dan perangkat desa segera melakukan pencarian. Proses evakuasi berlangsung menegangkan di tengah kondisi medan yang sulit dan aliran sungai yang deras. Setelah upaya pencarian yang intensif, korban ditemukan di kawasan Cirangrang dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kepolisian Resor Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyampaikan belasungkawa yang mendalam terhadap kejadian ini. Ia memberikan apresiasi terhadap kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
“Kolaborasi antar sektor menjadi kunci dalam penanganan bencana yang terjadi,” kata AKBP Wikha.
Warga Kampung Rawa Sedek mengakui mengalami trauma dan merasa cemas terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor berikutnya. Mereka meminta pihak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan mitigasi bencana yang lebih nyata, seperti pembangunan dinding penahan tanah serta pengawasan rutin terhadap area yang rentan longsor.
Bencana ini kembali menjadi peringatan tajam mengenai tingginya ancaman longsor di daerah pegunungan Bogor. Selain hujan deras, aktivitas pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi geologi disebut turut meningkatkan bahaya. Pemerintah dan aparat keamanan mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda longsor, seperti retakan tanah atau suara gemuruh.
Personel Polsek Megamendung bersama BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi area lereng dan tepi sungai saat hujan turun deras. Tindakan evakuasi dini serta sosialisasi penanggulangan bencana akan terus diperkuat guna menghindari korban jiwa di masa mendatang.
Trending








































Kolom Komentar