INTRAKSI.com, JAKARTA — Arus dana yang mengalir ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin berkembang pesat. Dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, komitmen pendanaan terus mengalir untuk mendukung perubahan Nusantara menjadi kota masa depan yang berbasis lingkungan dan digital.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melaporkan bahwa realisasi investasi swasta murni telah mencapai Rp72 triliun pada awal 2026, dengan partisipasi dari 57 perusahaan yang terlibat dalam pengembangan kawasan inti pemerintahan dan sekitarnya.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dari pelaku bisnis terhadap proyek strategis nasional tersebut.
“Saat ini, hingga awal 2026 telah terdapat komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun. Proyek IKN ini juga semakin meningkat dalam hal kepercayaan masyarakatnya, termasuk di bidang usaha,” kata Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).
Peningkatan komitmen investasi tidak hanya berasal dari investor lokal, tetapi juga dari mitra internasional. Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan bantuan dana sebesar US$2,49 juta atau sekitar Rp40,18 miliar untuk mendukung pengembangan Nusantara. Dana ini dialirkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) guna menutupi biaya bantuan teknis dalam solusi kota cerdas (smart city).
Basuki menjelaskan bahwa hibah tersebut akan digunakan untuk mempercepat transformasi digital Nusantara dengan menyusun kerangka kerja infrastruktur cerdas yang terpadu dan siap untuk dibiayai.
“Visi kami jelas, Nusantara perlu menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara mendasar cerdas,” tegasnya.
Bantuan teknis tersebut meliputi penyusunan arsitektur kota pintar, dokumen lelang yang siap digunakan, hingga model investasi keuangan yang berlandaskan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Proyek ini dilaksanakan oleh konsorsium Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis utama yang terdiri dari Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika serta direktur proyek inisiatif tersebut, Subhranshu Sekhar Das, menyatakan bahwa Nusantara memiliki kesempatan untuk melebihi konsep kota cerdas yang biasa.
Nusantara memiliki kesempatan untuk menjadi lebih dari sekadar kota pintar, Nusantara mampu berkembang menjadi cognitive city dan dapat menjadi contoh global,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan AI agen dan platform pengetahuan yang terdesentralisasi akan mengubah pola dari infrastruktur digital yang tetap menjadi sistem kecerdasan yang dapat beradaptasi untuk layanan publik.
Modal Uni Emirat Arab Masuk ke KIPP
Selain Amerika, komitmen besar juga datang dari Uni Emirat Arab (UEA). OIKN secara resmi telah mendapatkan komitmen investasi sebesar Rp4 triliun dari perusahaan konstruksi dan properti Ayedh Dejem Group yang berbasis di Dubai. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan terpadu (mixed-use) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.
Wakil Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, menyampaikan bahwa nilai investasi tersebut akan diwujudkan melalui tahapan perencanaan, izin, hingga proses lelang kontraktor.
“Estimasi nilai investasi sekitar Rp4 triliun yang akan dimulai dengan perencanaan melalui penguraian detail dalam perencanaan, kemudian proses izin dan juga lelang kontraktor selama kira-kira maksimal satu setengah tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian,” ujarnya.
Perjanjian tersebut ditandatangani langsung di Dubai oleh OIKN dan Ketua Grup Ayedh Dejem, Syeikh Ayedh Dejem, pada 23 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerahasiaan (NDA) yang sebelumnya disepakati sejak Mei 2025. Investor asal Uni Emirat Arab ini akan mengembangkan lahan seluas 9,7 hektare di kawasan premium KIPP 1A, tepat bersebelahan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Rencana proyek mencakup pembangunan kawasan perkantoran, area bisnis, pusat perbelanjaan (shopping mall), hingga fasilitas ibadah seperti masjid. Pembangunan fisik direncanakan dimulai pada pertengahan 2027 dengan perkiraan selesai dalam lima tahun.
Syeikh Ayedh Dejem menunjukkan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia sebagai dasar perluasan bisnisnya ke Nusantara. “Melihat posisi kami dari Dubai yang termasuk dalam 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat berharap pertumbuhan yang signifikan dalam pengembangan properti di Nusantara,” katanya.
Ekosistem Kota Mulai Terbentuk
Di sisi dalam negeri, OIKN baru saja mengadakan tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) baru bersama PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi. Investasi ini meliputi pembangunan pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, serta fasilitas olahraga yang berada di kawasan pengembangan 1A dan 1C KIPP.
Basuki menekankan bahwa pembangunan fasilitas komersial dan sosial tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang tinggal di Nusantara. OIKN berharap terciptanya sistem perkotaan yang mandiri, berfungsi secara baik, dan mampu beroperasi secara ekonomi sejak awal proses pemindahan ibu kota.
Menurutnya, peningkatan kepercayaan para investor tidak dapat dipisahkan dari kejelasan regulasi, termasuk terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2024. Selain itu, kehadiran langsung Presiden dan Wakil Presiden di kawasan proyek juga memperkuat pandangan mengenai kepastian dan kelanjutan pembangunan.
Untuk mempertahankan ritme investasi, Otorita IKN menawarkan kemudahan dalam proses izin serta pendampingan yang intensif kepada para investor agar proyek yang telah ditandatangani segera memasuki tahap pembangunan.
“Di masa depan, pengembangan fasilitas komersial, sosial, serta pendukung lainnya akan terus ditingkatkan untuk mendukung perkembangan ekosistem kawasan perkotaan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Ibu Kota Nusantara sebagai pusat peradaban baru di Indonesia,” ujar Basuki.
Dengan kuatnya komitmen dari Arab hingga Amerika, serta semakin meningkatnya partisipasi swasta lokal, Nusantara kini memasuki tahap baru yaitu dari sekadar proyek pemindahan ibu kota menjadi pusat investasi global yang diminati oleh berbagai mitra internasional.
Trending











































Kolom Komentar