Larangan Ideologi Komunisme di Republik Ceko
Setelah lebih dari tiga dekade sejak jatuhnya Uni Soviet, Republik Ceko mengambil langkah signifikan dengan melarang ideologi komunisme. Langkah ini berdampak langsung pada Partai Komunis Bohemia dan Moravia (KSCM), yang kini menghadapi ancaman pembubaran paksa meskipun masih memiliki mandat politik di parlemen.
Bagi para penentang komunisme di Ceko, kebijakan ini merupakan akhir dari perjuangan panjang. Sejak Revolusi Beludru pada November 1989, mereka terus memperjuangkan penghapusan komunisme dalam negeri. Kini, tuntutan tersebut menjadi nyata setelah Presiden Petr Pavel menandatangani amandemen Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyamakan nazisme dan komunisme di Ceko. Undang-undang ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026.
Inisiatif dan Dukungan untuk RUU Baru
RUU ini diinisiasi oleh gerakan “November Belum Berakhir”, yang dipimpin oleh Martin Mejstrik, mantan tokoh mahasiswa pada masa Revolusi Beludru yang kini menjadi senator. Selain itu, sejarawan dari Institut Ceko untuk Studi Rezim Totaliter (USTR) juga turut serta dalam penyusunan undang-undang ini.
Pada akhir Mei 2025, RUU tersebut disahkan oleh parlemen dan kelompok kerja parlemen serta politisi koalisi pemerintahan pro-Eropa yang dipimpin oleh Perdana Menteri Petr Fiala. Isi dari pasal baru ini menyatakan bahwa siapa pun yang mendirikan, mendukung, atau menyebarkan gerakan nasionalis-komunis atau gerakan lain yang bertujuan menekan hak dan kebebasan manusia, atau menyebarkan kebencian rasial, etnis, nasional, agama, atau kelas, akan dihukum penjara satu hingga lima tahun.
Tujuan Penghapusan Ideologi Totaliter
Menurut Kamil Nedvedicky, wakil direktur USTR, tujuan dari rancangan undang-undang ini adalah untuk menghilangkan perbedaan yang tidak adil antara dua ideologi totaliter pelaku kriminal abad ke-20, yaitu nazisme dan komunisme. Keduanya bertujuan memberangus hak dan kebebasan dasar, sehingga hukum pidana Ceko harus secara jelas mengatur hal ini.
Keberadaan Partai Komunis di Parlemen
Meski ukurannya kecil, KSCM berhasil bertahan selama lebih dari tiga dekade di negara berpenduduk sepuluh juta orang. Bahkan dalam pemilu parlemen terakhir empat tahun lalu, partai ini berhasil meraih kursi dan posisi wakil ketua di parlemen.
Beberapa partai kecil, termasuk KSCM, membentuk koalisi Stacilo! dalam Parlemen Eropa 2024. Saat ini, jajak pendapat menunjukkan bahwa Stacilo! berpotensi melampaui batas lima persen dalam pemilihan umum Ceko Oktober 2025.
Penolakan Terhadap Koalisi dengan Partai Komunis
Figur sentral partai ANO, Andrej Babis, yang juga mantan Perdana Menteri Ceko, menyatakan bahwa ia tidak menganggap koalisi Stacilo! berideologi komunis dan tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai-partai tersebut.
Upaya Mengendalikan Oposisi?
Undang-undang baru ini berpotensi melarang KSCM, seperti yang terjadi pada Partai Buruh Ceko yang dibubarkan pada 2010 karena terkait dengan ideologi nasionalis-komunis. Pemimpin KSCM, Katerina Konecna, menyatakan bahwa amandemen undang-undang ini adalah serangan politik dari pemerintah terhadap partainya.
“Ini adalah upaya sistematis dari pemerintah yang tidak bertanggung jawab dan korup di bawah Petr Fiala untuk membungkam kritikus terbesarnya,” kata Konecna. Menariknya, undang-undang ini ditandatangani oleh Presiden Petr Pavel, yang pernah menjadi anggota Partai Komunis Ceko.
Presiden Ceko Pernah Jadi Anggota Partai Komunis
Faktanya, Presiden Ceko, yang bekas tentara, sempat menjadi anggota partai komunis hingga berakhirnya Uni Soviet pada 1989. “Itu adalah keputusan yang jelas tidak membuat saya bangga,” komentarnya sebelum pemilihan presiden lebih dari dua tahun lalu.
Konecna juga menegaskan bahwa pemerintah seharusnya fokus pada masalah-masalah yang dihadapi warga Ceko, seperti harga energi tinggi atau biaya perumahan yang tidak terjangkau. “Bukan malah mengesahkan undang-undang yang bertujuan untuk membungkam kritikus,” ujarnya. “Kami tidak akan terintimidasi, bahkan jika mereka mengancam kami ratusan kali dan memenjarakan kami!”
Trending








































Kolom Komentar