INTRAKSI.com — Pengamat politik Rocky Gerung turut memberikan pandangannya terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menurut Rocky, langkah ini tidak hanya memicu kontroversi, tetapi juga memperlihatkan pergeseran arah politik Prabowo, yang kini dinilai lebih merapat ke Megawati Soekarnoputri ketimbang Joko Widodo.
“Pemberian Amnesti dan Abolisi itu akan membangkitkan kontroversi, pasti itu,” ujar Rocky dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya pada Senin, 4 Agustus 2025.
Ia menilai bahwa keputusan Presiden Prabowo tersebut tergolong sensitif secara politik karena pada dasarnya bertujuan menghapus pidana, sehingga memunculkan pro dan kontra di masyarakat.
“Karena keputusan yang dibuat Presiden Prabowo juga kontroversial, kan dasar dari Keputusan itu menghilangkan pidana sebetulnya,” lanjut Rocky.
Rocky kemudian mengaitkan keputusan ini dengan dinamika relasi antara tiga tokoh sentral, Prabowo, Megawati, dan Jokowi. Ia menyebut bahwa efek jangka panjang dari keputusan amnesti itu justru akan membuat hubungan antara Prabowo dan Megawati semakin cair.
“Konsekuensi lanjutannya adalah cairnya hubungan antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati,” ucapnya.
Selama ini, publik disebutnya terus bertanya-tanya tentang siapa yang akan menjadi sekutu politik utama Prabowo. Apakah Jokowi yang selama ini dianggap turut andil dalam kemenangan Pilpres 2024, atau Megawati yang posisinya lebih bersifat penyeimbang.
“Selama ini relasi itu yang dijadikan perhitungan, apakah Ibu Megawati yang akan menjadi sahabat politik, kendati ibu Megawati tetap berada di dalam posisi penyeimbang. Atau Jokowi yang akan menjadi semacam juga sahabat politik seterusnya oleh Presiden Prabowo,” kata Rocky.
Menurut Rocky, Presiden Prabowo kini dihadapkan pada dua pilihan besar. Jika ingin dekat dengan Megawati, ia harus berani mengambil jarak dari Jokowi. Begitu pula sebaliknya.
“Presiden Prabowo mesti memutuskan bersahabat dengan Ibu Mega artinya mengambil jarak dengan Jokowi, bersahabat dengan Jokowi artinya mengambil jarak dengan Ibu Mega,” ucap Rocky Gerung.
Rocky bahkan menyisipkan sindiran tajam dengan menyebut, “The enemy of my enemy is my friend, haha kira-kira gitu.” kata sang pengamat politik.
Ia menambahkan, saat ini arah dukungan politik Prabowo tampaknya lebih kuat mengarah ke Megawati ketimbang ke Jokowi. Hal ini terlihat dari kebijakannya dalam memberikan pengampunan kepada Hasto Kristiyanto.
“Kita sekaligus menonton menandakan bahwa relasi Prabowo dengan Megawati jelas lebih kental akhirnya dibanding relasi Prabowo dengan Jokowi,” katanya.
Meskipun Rocky tak menampik bahwa Prabowo mengakui peran Jokowi dalam kemenangannya, namun ia menilai keputusan untuk melepaskan Hasto mengisyaratkan bahwa Prabowo tidak tunduk pada kemungkinan intervensi politik dari Jokowi.
“Entah Pak Prabowo menganggap bahwa iya Pak Jokowi adalah elemen yang ikut memenangkan Prabowo,” ungkap Rocky.
“Tapi fakta politik menunjukkan bahwa Hasto dilepaskan atau diberi pemaafan itu artinya tidak ada niat Prabowo untuk mengikuti Keputusan Hakim yang orang duga adalah hasil intervensi Jokowi,” ujarnya mengakhiri. **
Trending












































Kolom Komentar