INTRAKSI.com, Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi enggan mempermasalahkan polemik pemasangan bendera yang melekati identitas bajak laut, One Piece, yang dipasang menjelang peringatan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.
Dedi menegaskan, apa pun bendera yang dipasang, posisi yang paling tinggi harus Merah Putih.
“Yang penting siapa pun harus tetap memasang bendera Merah Putih, bendera apa pun, yang penting di atasnya ialah Merah Putih,” kata Dedi saat ditemui di Kota Bandung, Selasa (5/8).
Kang Dedi menuturkan aturan pemasangan bendera Merah Putih sudah tertuang dalam undang-undang.
Dedi menyebut setiap orang yang mencintai Indonesia pasti memasang Merah Putih di atas bendera lain.
“Yang penting adalah setiap orang itu mencintai Indonesia, memasang Merah Putih itu paling atas tidak ada bendera lain. Di semua bendera yang paling tinggi Merah Putih,” ujarnya.
Dia pun mempersilakan setiap orang untuk berekspresi karena itu merupakan hak setiap warga negara.
“Yang penting semua orang boleh berekspresi, tetapi tetap mencintai NKRI dan benderanya Merah Putih,” kata Dedi.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat menyatakan tengah mendata pengibaran bendera Jolly Roger khas kelompok bajak laut protagonis dalam manga One Piece yang mulai bermunculan.
Mereka siap melakukan penindakan jika diperintahkan. “Bendera One Piece sedang kami data,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan.
Belakangan marak beredar di media sosial masyarakat yang mengibarkan bendera bajak laut dari manga berjudul One Piece.
Bendera berlogo tengkorak dengan lambang kru Topi Jerami (Straw Hat Pirates) itu dikibarkan di rumah warga, hingga terpasang di belakang kendaraan.
Dalam dunia One Piece, bendera bajak laut dikenal sebagai Jolly Roger. Simbol ini digunakan oleh kru bajak laut sebagai penanda identitas, kekuasaan, atau nilai-nilai yang mereka anut.
Bagi bajak laut idealis seperti Monkey D Luffy, sang kapten Topi Jerami, Jolly Roger bukan hanya soal kekuasaan.
Lambang ini mencerminkan kebebasan serta persahabatan. Itu juga simbol perlawanan terhadap penguasa zalim. (*)
Trending








































Kolom Komentar