INTRAKSI.com — Perselisihan mengenai tuntutan ratusan karyawan kesehatan agar RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dialihkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin memuncak.
Keadaan ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, yang saat ini mengambil langkah serius.
Anggota Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya baru-baru ini melakukan pengawasan mendadak (sidak) ke RSUD dr. Soekardjo, pada hari Selasa, 5 Agustus 2025. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk meninjau langsung situasi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Pada inspeksi ini, anggota dewan secara menyeluruh meninjau fasilitas, ruang pelayanan, dan peralatan kesehatan. Pemeriksaan langsung ini dilakukan guna memastikan kebenaran laporan yang beredar mengenai kendala manajemen dan kondisi fasilitas di rumah sakit tersebut.
Wakil Ketua Komisi 4 DPRD, H. Yadi Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya rencananya akan mengirim surat resmi kepada Wali Kota Tasikmalaya. Tujuannya adalah untuk melakukan pembahasan mendalam terkait masa depan RSUD dr. Soekardjo.
“Kami akan mengirim surat kepada Wali Kota agar tidak hanya menerima informasi dari media sosial seperti TikTok. Jika data yang diterima salah, maka kesimpulan yang diambil juga akan salah,” tegas Yadi.
Ia menambahkan, inspeksi yang digagas oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Uus Supangat, telah memberikan wawasan baru bagi anggota dewan dalam mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan masalah rumit di rumah sakit.
Yadi menekankan bahwa masalah tuntutan pengalihan manajemen sebaiknya diatasi terlebih dahulu secara internal. Ia meragukan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengambil alih pengelolaan rumah sakit ini.
“Jangkauan layanan provinsi sangat luas. Kami khawatir jika terburu-buru menyerahkan pengelolaan, masalah justru tidak akan terselesaikan karena kesiapan di sana belum memadai,” ujar Yadi.
Rugi Besar
Menurutnya, jika RSUD dr. Soekardjo dikuasai oleh provinsi, Kota Tasikmalaya akan mengalami kerugian yang besar.
Aset kota akan menghilang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun, serta anggaran daerah secara keseluruhan akan berkurang. Keadaan ini juga akan memberikan dampak buruk terhadap penerimaan dari sektor lainnya.
“Jika posisi kami sudah aman, hal ini tidak akan menjadi masalah. Namun, kondisi pemerintahan kota yang baru dan belum stabil menjadikannya sangat penting,” tambahnya.
Anggota Komisi 4 lainnya, Dian Kuswardianto, menekankan bahwa keadaan rumah sakit saat ini sangat mendesak (urgent). Ia mengimbau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya untuk segera mengambil langkah tegas.
“Jangan sampai setelah pertemuan ini, masalah kembali memudar. Kondisi RSUD ini sudah seperti penyakit stadium 4, tidak boleh dibiarkan,” tegas Dian.
Dian juga menyebutkan bahwa masalah di RSUD dr. Soekardjo sudah menyebar dan melibatkan seluruh komisi di DPRD, bukan hanya Komisi 4.
Ia mengusulkan agar pertemuan dengan Wali Kota segera diatur untuk menyusun solusi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Habib Qosim Nurwahab menyoroti bahwa masalah di RSUD sangat rumit, mencakup fasilitas, sumber daya manusia (SDM), dan pengelolaan. Namun, dalam rapat anggaran, perdebatan hanya berfokus pada dua pilihan: diselesaikan oleh Pemkot atau diserahkan ke Provinsi.
Habib meragukan apakah pemindahan ke provinsi benar-benar akan membawa kesejahteraan bagi para pegawai serta menyelesaikan permasalahan. Ia khawatir bahwa pemindahan ini justru akan menimbulkan masalah baru, seperti datangnya pegawai dari daerah lain.
“Masyarakat tidak memperhatikan siapa yang mengelola, yang penting adalah pelayanan yang berkualitas. Jika hal ini terjadi, citra Pemerintah Kota Tasikmalaya di mata provinsi maupun pusat akan rusak,” tegasnya.
Meskipun masih ada perdebatan, Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya sepakat dan berkomitmen penuh dalam upaya menyelamatkan RSUD dr. Soekardjo.
Merespons komitmen tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Uus Supangat, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah, hari ini saya merasa mendapatkan tenaga tambahan. Kami semua serius dan memiliki komitmen. Saya sangat senang mendapat dukungan luar biasa dari dewan untuk memperbaiki RSUD dr. Soekardjo,” tutupnya.
Trending








































Kolom Komentar