BREBES, INTRAKSI.com — Siswa kelas 2 di SDN Karangbale 01, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, tetap antusias dalam belajar meskipun dilakukan di area masjid dekat sekolah.
Ada 29 siswa yang harus belajar di lokasi tersebut karena sekolah kekurangan ruang kelas.
Siswa-siswa belajar di luar masjid bukan hanya selama sebulan dua bulan.
Mereka sudah mengikuti pelajaran di lokasi tersebut selama setahun terakhir.
Kepala SDN Karangbale 01, Heri Purnomo menyampaikan, kondisi sekolah yang ia pimpin sangat memprihatinkan, mulai dari kekurangan ruang kelas, bangunan yang hampir roboh, dan terendam banjir.
Menurut Heri, di sekolah tersebut hanya terdapat lima ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar (rombel) berjumlah enam kelas.
Oleh karena itu, sebuah kelas harus belajar di teras masjid, yakni siswa kelas 2.
“Ini untuk mereka yang belajar di luar kelas, hanya satu kelas, sudah berjalan selama setahun,” kata Heri, Senin (28/7/2025).
Heri menyampaikan, proses belajar di teras masjid dilakukan secara terpaksa akibat tidak adanya ruang kelas.
“Jika memang ruang kelas yang tersedia dibagi-bagi, ruangannya juga sempit, tidak memungkinkan. Jadi, saya menyuruh mereka belajar di luar kelas,” ujar Heri.
“Yang terpenting adalah proses belajar bisa berjalan dengan lancar, meskipun kondisinya seperti ini,” tambahnya.
Selain keterbatasan ruang kelas, sekolah tersebut juga tidak memiliki ruang UKS, laboratorium, dan perpustakaan.
Bahkan, ruang kerja kepala sekolah berada dalam satu area dengan ruang guru.
Selain itu, kamar mandi di sekolah juga dalam keadaan rusak.
“Untuk toilet, saat ini sudah tidak digunakan lagi karena rusak. Sebenarnya ada dua toilet tetapi keduanya rusak, sehingga saat ini, baik guru maupun siswa harus meminjam toilet masjid jika ingin buang air,” katanya.
Heri mengakui telah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi atau perbaikan sekolah kepada Pemkab Brebes sejak tahun 2019, namun hingga kini belum terealisasi.
“Ini proposalnya (pengajuan perbaikan—Red) ada. Kemudian pada tahun 2020 saya mengajukan kembali, dan di tahun berikutnya juga mengajukan lagi, tetapi belum juga mendapat keberuntungan,” katanya.
Selain tidak memiliki ruang kelas, menurutnya, kondisi bangunan juga sudah dalam keadaan rusak.
Bahkan, karena khawatir sekolahnya roboh, bagian atap gedung diperkuat dengan tiang kayu.
Banyak sekali plafon ruang kelas yang rusak dan berpotensi membahayakan siswa saat sedang belajar.
Kondisi lain, bangunan sekolah yang lebih rendah dibandingkan jalan raya juga menyebabkan seringnya terjadi banjir.
Ia berharap kepada instansi yang berwenang agar segera mengambil langkah dan memberikan dukungan untuk membangun sebuah ruang kelas.
Ini karena anak-anak yang sedang antusias belajar agar bisa meraih posisi yang aman dan layak.
“Kami meminta kepada instansi yang berwenang untuk segera melakukan perbaikan pada sekolah ini,” kata Heri.
Usulan Perbaikan
Di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Caridah menyampaikan bahwa SDN Karangbale 01 telah diajukan untuk segera diperbaiki pada awal tahun 2025.
Permohonan bantuan rehab ruang kelas sebanyak empat lokal telah diajukan terkait data kerusakan.
“Kepala sekolah telah kami undang ke meja depan, untuk prioritas mendapatkan bantuan. Silakan pihak sekolah mengirimkan proposal atau permohonan bantuan. Kepala sekolah dan operator kami undang ke dinas untuk memeriksa kesesuaian data Dapodik Sarpras,” tegasnya.
Sementara salah seorang orang tua murid, Anisah, menyatakan khawatir mengenai kondisi sekolah yang rentan roboh.
Terlebih lagi saat musim hujan, sekolah terendam banjir sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
“Semoga sekolah segera diperbaiki,” katanya.
Trending








































Kolom Komentar