INTRAKSI.com — Operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih II di Gaza, Palestina akan berlangsung lebih lama. Awalnya pemerintah merencanakan operasi ini selesai pada 24 Agustus mendatang. Kini operasi tersebut secara resmi diperpanjang hingga 28 Agustus atau tambahan waktu pelaksanaan selama 4 hari.
Kepala Satgas Garuda Merah Putih II, Kolonel Pnb Puguh Yulianto menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memaksimalkan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan melalui sistem airdrop. Ia menegaskan bahwa 2 unit pesawat angkut berat TNI AU, C-130J Super Hercules akan menyelesaikan tugas tersebut.
“Kami terus berupaya menyelesaikan tugas sesuai perintah tugas udara yang menentukan jadwal dan titik penurunan bantuan. Semua proses dilakukan secara terencana agar bantuan sampai tepat sasaran,” ujar Kolonel Puguh dalam keterangan resmi pada Kamis (21/8).
Operasi bantuan kemanusiaan dimulai oleh satgas pada hari Minggu (17/8), dilanjutkan pada hari Senin (18/8) dan Selasa (19/8). Dalam tiga hari tersebut, dua pesawat TNI AU telah melakukan 6 kali misi penerbangan dengan total bantuan kemanusiaan yang telah didistribusikan sebesar 39.370 kilogram atau setara 39,37 ton.
“Setiap bantuan yang dikirimkan tidak hanya menyertakan logistik, tetapi juga pesan dukungan dari bangsa Indonesia,” tambah Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam pernyataan resmi kepada para jurnalis.
Seorang perwira tinggi bintang satu TNI AU menyampaikan bahwa kehadiran Satgas Garuda Merah Putih II di Gaza menunjukkan bahwa Indonesia tidak berdiam diri. Justru Indonesia berdiri sejajar dengan komunitas internasional lainnya dalam memastikan nilai kemerdekaan dan kemanusiaan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, khususnya rakyat Palestina di Gaza.
Trending





































Kolom Komentar