INTRAKSI.com — PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Jawa Tengah, akan memperketat pengawasan terhadap seluruh infrastruktur yang dimilikinya dengan memasang perangkat pemantau (CCTV), termasuk di tangki air yang masih digunakan maupun yang sudah tidak dipakai.
Kepala PDAM Semarang, Yudi Indardo, mengungkapkan bahwa tindakan ini diambil setelah ditemukannya jenazah seorang pria terapung di Reservoir Siranda, yang sempat memicu kehebohan di kalangan warga dan pelanggan PDAM.
Menurut Yudi, meskipun bendungan tersebut secara rutin diawasi oleh petugas, namun karena sudah lama tidak digunakan, pengawasan hanya dilakukan dari luar. Sejak Maret 2025, fasilitas tersebut telah berhenti beroperasi dan hanya berfungsi sebagai cadangan pasokan air untuk beberapa area seperti Jalan Pahlawan, Simpang Lima, hingga Atmodirono.
“Reservoir Siranda memberikan pelajaran berharga bagi kami. Baik fasilitas yang berjalan maupun yang tidak beroperasi, seharusnya tetap memiliki sistem pengawasan seperti CCTV,” katanya.
Reservoir Siranda memiliki nilai sejarah karena terkait dengan peristiwa kematian pahlawan nasional Dokter Kariadi yang tewas ditembak saat sedang akan mengecek lokasi tersebut pada masa penjajahan Belanda.
PDAM Semarang sebelumnya telah merancang pembangunan pusat pengendalian operasional serta pemasangan kamera pengawas di berbagai lokasi fasilitas, dan kejadian ini mempercepat pelaksanaan rencana tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jenazah seorang pria yang ditemukan di dalam reservoir di Jalan Diponegoro, Semarang. Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, mengungkapkan bahwa identitas korban belum dapat diketahui dan jasad telah dibawa untuk dilakukan autopsi. Penemuan ini berawal dari laporan seseorang yang hilang.
Saat ditemukan, korban masih memakai celana panjang dan sepatu, tetapi penyebab kematian belum diketahui dengan pasti.
Trending







































Kolom Komentar